Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Agustus 2017

Merdeka

(Sumber: mediaindonesia.com)
Waktu masih menunjukkan pukul 3.49 pagi kala aku mengetikkan kata pertama pada tulisan ini. Deru suara motor yang melaju kencang di jalanan yang lengang beberapa kali terdengar. Di luar sana pasti dingin, pikirku. Kini aku berada di Luxury Internet and Cafe, mengerjakan skripsiku dan karena jenuh, mengetik tulisan ini.

Dua hari lalu adalah hari kemerdekaan negeri kita Indonesia. Aku merayakan kemerdekaan dengan menghabiskan waktu di rumah, nonton TV, ngemil, dan mengetik beberapa kata untuk skripsiku. Tentu tak ada yang istimewa dibandingkan dengan hari-hari biasa. Yang berbeda adalah, aku mendengarkan lagu nasional dinyanyikan oleh grup paduan suara dengan iringan musik marching band melalui siaran radio.

Bila kalian membaca deskripsiku di atas, bisa kalian bayangkan aku menjalani hari-hari yang monoton. Seperti mendengarkan orang biasa yang bercerita tentang pengalamannya sendiri yang biasa-biasa saja.

Aku tak terlalu bergairah untuk merayakan hari kemerdekaan. Pertandingan antara Indonesia vs Filipina jauh lebih menarik bagiku. Dan aku merasa senang karena pada akhirnya Indonesia bisa menang dengan skor telak 3-0.

Pada akhirnya aku merayakan kemenangan itu. Merayakannya sendiri di kamar, dalam diam, namun dengan perasaan senang dan puas. Merayakannya tanpa pekikkan kata “Merdeka”.  

Minggu, 22 September 2013

Mimpi 21 Tahun

sumber : www.republika.co.id
Indonesia !!! Indonesia !!! gemuruh teriakan berkumandang dari puluhan ribu manusia yang memadati Gelora Delta Sidoarjo malam itu. Letupan petasan semakin menyorakkan pesta besar yang seakan segan untuk diakhiri. Di tengah lapangan hijau, belasan pemuda bangsa baru saja ditasbihkan sebagai pahlawan. Ya, mereka telah mengharumkan nama Indonesia, atau lebih tepatnya mereka telah mengakhiri segala ironi yang terjadi pada sepak bola tanah air.
Bukanlah nama besar macam striker maut Bambang Pamungkas, gelandang enerjik Ponaryo Astaman, ataupun sayap lincah Elie Aiboy. Ketiga nama tersebut saat itu mungkin hanya terpaku di depan layar TV melihat pahlawan sebenarnya mengangkat tropy. Di dalam hati mereka mungkin saja boleh berbangga. Segala penantian yang bahkan tidak bisa mereka raih kini telah tercapai. Bukan oleh mereka, tapi para pemuda bangsa di bawah usia 19 tahun-lah yang melakukannya.
Kembali ke stadion. Di tengah lapangan hijau, para pahlawan muda itu bersorak sorai bahagia. Beberapa dari mereka bahkan sampai meneteskan air mata. Beberapa lagi barangkali tak percaya, pengorbanan yang sudah dilakukan tak hanya berarti bagi pacar mereka, tapi seluruh bangsa Indonesia. Mereka telah membangkitkan harapan pada sepak bola tanah air. Dahaga puasa gelar selama 21 tahun selesai sudah.  Inilah era baru sepak bola Indonesia. ‘’A dream was become a true’’
Terima kasih para pahlawan muda. Terima kasih para pemain timnas Indonesia U-19. Kalian akan selalu dikenang di hati jutaan rakyat Indonesia.


MERDEKAA !!!!!!

Jelajah Lereng Merapi: Aktivitas Penambang Pasir di Aliran Kali Putih

  Plang larangan menambang pasir di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi Selama ini lereng barat Gunung Merapi merupakan kawasan yang sering...