![]() |
| sumber : www.republika.co.id |
Indonesia !!! Indonesia !!! gemuruh
teriakan berkumandang dari puluhan ribu manusia yang memadati Gelora Delta
Sidoarjo malam itu. Letupan petasan semakin menyorakkan pesta besar yang seakan
segan untuk diakhiri. Di tengah lapangan hijau, belasan pemuda bangsa baru saja
ditasbihkan sebagai pahlawan. Ya, mereka telah mengharumkan nama Indonesia,
atau lebih tepatnya mereka telah mengakhiri segala ironi yang terjadi pada
sepak bola tanah air.
Bukanlah nama besar macam striker
maut Bambang Pamungkas, gelandang enerjik Ponaryo Astaman, ataupun sayap lincah
Elie Aiboy. Ketiga nama tersebut saat itu mungkin hanya terpaku di depan layar
TV melihat pahlawan sebenarnya mengangkat tropy. Di dalam hati mereka mungkin
saja boleh berbangga. Segala penantian yang bahkan tidak bisa mereka raih kini telah
tercapai. Bukan oleh mereka, tapi para pemuda bangsa di bawah usia 19 tahun-lah
yang melakukannya.
Kembali ke stadion. Di tengah
lapangan hijau, para pahlawan muda itu bersorak sorai bahagia. Beberapa dari
mereka bahkan sampai meneteskan air mata. Beberapa lagi barangkali tak percaya,
pengorbanan yang sudah dilakukan tak hanya berarti bagi pacar mereka, tapi
seluruh bangsa Indonesia. Mereka telah membangkitkan harapan pada sepak bola
tanah air. Dahaga puasa gelar selama 21 tahun selesai sudah. Inilah era baru sepak bola Indonesia. ‘’A
dream was become a true’’
Terima kasih para pahlawan muda. Terima
kasih para pemain timnas Indonesia U-19. Kalian akan selalu
dikenang di hati jutaan rakyat Indonesia.
MERDEKAA !!!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar